Baca juga: harapan greentech atas sumber pendanaan baru di 2025 ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏
͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏

|
|  | Salam hangat para pembaca Tech in Asia Indonesia! 👋 Setiap menjelang Idulfitri, topik THR bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) menjadi ritual tahunan yang selalu mengundang perdebatan. Tapi tahun ini terasa berbeda. Pemerintah mengimbau agar para mitra pengemudi, termasuk mitra kurir, ikut mendapat Bonus Hari Raya (BHR). Meski niatnya baik, kebijakan ini justru membuka babak baru terhadap ketidakpastian regulasi di sektor gig economy Indonesia. Baca bagaimana respons perusahaan teknologi seperti Grab dan Gojek serta apa dampak kebijakan ini bagi keberlanjutan industri logistik dan transportasi daring yang menganut sistem kemitraan dalam suguhan executive brief hari ini. 📬 |
| | | | |  | Pemerintah Indonesia tahun ini mengubah pendekatannya terhadap pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk para pekerja di sektor gig economy, seperti pengemudi ojek online dan kurir logistik. Kebijakan ini diresmikan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2025 yang mengatur besaran Bonus Hari Raya (BHR), yaitu sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan mitra pengemudi selama 12 bulan terakhir, dengan syarat produktivitas dan kinerja baik. Polemik di mata aplikator gig economy Regulasi tersebut menimbulkan polemik di kalangan pelaku usaha dan asosiasi industri. Mereka menyoroti inkonsistensi antara imbauan Presiden yang bersifat sukarela dengan SE Menaker yang memuat angka dan mekanisme yang mengikat. Beberapa pelaku industri menyebut hal ini sebagai kebijakan yang "mendadak" dan "membingungkan". Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menilai, pemberian THR bisa memicu tuntutan serupa dari mitra gig economy lainnya, termasuk kurir logistik. Dengan pertumbuhan sektor logistik yang melambat, perusahaan kini perlu memutar otak untuk menjaga keuangan mereka agar bisa tetap bertahan. Grab dan Gojek memilih jalur pragmatis. Keduanya menyatakan akan memberikan BHR dalam bentuk bonus kinerja kepada mitra terpilih yang memenuhi syarat. Tapi, mereka juga menegaskan bahwa kebijakan ini harus disesuaikan dengan kemampuan finansial perusahaan agar tidak merusak keberlanjutan ekosistem digital. |
| | TLDR, berikut poin-poin yang dapat kamu petik dari artikel ini: 📌 Wawasan untuk founder dan pengamat startup : Inkonsistensi antara imbauan Presiden dan SE Menaker menjadi preseden buruk dari regulasi yang bisa mengganggu iklim investasi di sektor gig economy. Para pengelola platform gig economy kini perlu merancang skema kompensasi alternatif (bonus berbasis performa dan benefit BPJS atau asuransi) agar tetap kompetitif tanpa membebani arus kas mereka saat Lebaran.
|
| | | | |  | Gambaran besarnya: Pendanaan untuk startup greentech di Asia mengalami penurunan tajam seiring dengan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang mengurangi komitmennya terhadap perubahan iklim global. Di saat pendanaan climate-tech global turun, investor dari Eropa, Timur Tengah, dan family office kaya di Asia mulai diharapkan bisa mengisi kekosongan pendanaan. Implikasinya: Di tengah situasi seperti saat ini, startup greentech di Asia Tenggara menghadapi tantangan tambahan karena pasar yang masih berfokus pada efisiensi biaya ketimbang keberlanjutan. Kondisi tersebut membuat pendekatan berbasis ESG menjadi kurang menarik secara komersial. Kenapa ini penting: Evolusi sektor climate-tech di Asia mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara tujuan lingkungan dan realitas pasar, yang berpotensi membentuk kembali bagaimana solusi iklim dikembangkan dan dipasarkan secara global. Perubahan lanskap pendanaan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan saja tidak cukup, startup juga harus mampu menunjukkan efisiensi dan potensi keuntungannya. Fenomena ini menjadi peringatan bagi pelaku industri bahwa model bisnis ramah lingkungan juga harus memiliki daya tarik finansial agar dapat bertahan. |
| Omong-omong, kami sedang melakukan user interview untuk memahami bagaimana Tech in Asia Indonesia dapat menyelesaikan masalah kamu lewat produk dan layanan kami. Jika kamu memiliki waktu 30 (tiga puluh) menit dan bersedia, maka kami akan senang sekali untuk berbicara dan mencoba mengerti apa yang kamu butuhkan. Cukup balas email ini dan tim kami akan akan mengatur waktu untuk melakukan video call dengan kamu. |
| | |  | | | | | |  | Data ini memberikan insights terkait penurunan jumlah dan nilai IPO sepanjang tahun 2024 lalu. Informasi ini dapat menjadi pertimbangan untuk melihat arah dukungan strategis, salah satunya keputusan untuk terjun ke lantai bursa di Indonesia. Baca data selengkapnya di sini. |
| | | |  | | | | Crowde tanggapi tuduhan penggelapan dana oleh J Trust Bank Menurut kuasa hukumnya, Crowde telah memenuhi kewajiban sesuai perjanjian dengan JTrust Bank, di mana dana disalurkan langsung ke rekening petani melalui escrow account. Crowde memiliki cukup bukti untuk menunjukkan integritas operasi mereka dan siap menyerahkan bukti ke polisi guna menanggapi tuduhan tersebut. |
| | Paper.id luncurkan PaperXB Paper meluncurkan solusi yang memungkinkan pelaku bisnis melakukan pembayaran lintas negara dengan kartu kredit. Pada fase awal, PaperXB akan memprioritaskan lima negara utama sebagai tujuan transaksi: Malaysia, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, dan China. |
| | | | [Community Program] Saatnya wujudkan idemu dan bantu keberlanjutan bumi! 🌱 Climate Impact Innovations Challenge (CIIC), persembahan East Ventures & Temasek Foundation, kembali hadir tahun ini! CIIC memanggil kamu para climate entrepreneurs dan innovator untuk mewujudkan solusi inovatif di bidang Energy Transition, Sustainable Agriculture, dan Circular Economy. Dengan adanya AI yang saat ini mentransformasi keberlanjutan, CIIC juga mencari inovasi berbasis AI untuk mengatasi tantangan pada ketiga bidang tersebut. 👉🏻Cari tahu info selengkapnya dan daftar segera di climateimpactinnovations.com untuk menangkan hadiah total Rp10 miliar! 🌏✨ |
| | [Community Program] Pelajari tren AI terkini langsung dari para ahlinya! 🤖 Gabung di AI Innovation Conference 2025 dan temukan bagaimana AI bisa mendorong inovasi dan efisiensi di industrimu. Dapatkan wawasan langsung dari para pakar, pelajari penerapan AI di berbagai sektor, dan bangun koneksi strategis dengan eksekutif, inovator, dan pembuat kebijakan. Acara ini akan berlangsung pada 15 Mei 2025 di Kuningan City Ballroom, Jakarta Selatan. Jangan lewatkan kesempatan ini! Daftar sekarang di supertype.ai/conference. |
| |  | Tech in Asia Conference siap kembali di 2025
Psst… presale hampir berakhir!
Insight dari Khailee Ng, Nick Nash, Dione Song, dan para pakar lainnya di Tech in Asia Conference 2024 benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Tahun depan, kami siap melanjutkan energi itu dengan konferensi yang lebih besar, lebih banyak koneksi, tips praktis, dan peluang nyata untuk mendukung kamu berkembang.
Yuk, investasikan masa depanmu sekarang – tiket presale diskon 85% hanya untuk waktu terbatas! |
| |
|
|
|
| |
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar